Sejarah

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Gresik

Pendirian BAZNAZ (Badan Amil Zakat Nasional) Gresik bermula dari usulan kepala Kantor Departemen Agama Kabupaten Gresik kepada Bupati Gresik yang dalam pendiriannya mengalami keterlambatan karena terbentuknya BAZ Gresik itu sendiri menurut Kasi Penyelenggaraan Zakat dan Wakaf pada Kantor Depag Gresik adalah akibat adanya desakan dari kepala Kantor Departemen Agama Pusat (Jakarta) dalam rangka implementasi Undang-Undang Nomor 38 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Zakat, sehingga dibentuklah BAZ Kabupaten Gresik yang bersekretariat di Kasi Penyelenggaraan Zakat dan Wakaf pada Kantor Depag Gresik, namun mengalami kefakuman sampai akhirnya dibentuk kembali pada tahun 2008 melalui SK Bupati Gresik Nomor 451/411/HK/403.14/2008 tentang BAZ (BAZ) Periode 2008-2011, yang kemudian diubah dengan SK Bupati Gresik Nomor 451/411/HK/437.12/2009 tentang Perubahan atas Keputusan Bupati Gresik Nomor 451/411/HK/403.14/2008 tentang BAZ (BAZ) Periode 2008-2011.

Awalnya, BAZ ini berkantor atau nebeng di ruang kesekretariatan Kasi Penyelenggaraan Zakat dan Wakaf pada Kantor Depag Kabupaten Gresik, kemudian sejak bulan Juni 2010 lalu bersamaan dengan menyongsong Ramadlan 1431 H, BAZ Gresik mensosialisasikan keberadaan kantor barunya yang sampai sekarang bertempat di kantor secretariat di Masjid al-Inabah di lingkungan kantor Pemda Gresik Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo Nomor 245 Telp. (031) 395 2825-30 Pst. 031-70 334 535 Gresik 61161.

Dengan keberadaan kantor baru tersebut BAZ Kabupaten Gresik diharapkan mampu berkiprah memberikan pelayanan dan memberikan bimbingan serta informasi kepada muzakki terkait dengan permasalahan zakat, infaq, shodaqoh. Disamping itu, BAZ Gresik juga menerbitkan Bulletin sebagai media informasi dan silaturrahim dengan nama Bulletin BAZ Kabupaten Gresik yang edisi perdana (Edisi 1-Ramadlan 1431 H/Agustus 2010 M) telah diterbitkan dan diharapkan dapat menjadi media komunikasi antara muzakki dengan pengelola, pengelola dengan mustahiq maupun muzakki dengan mustahiq secara langsung dalam pengembangan wawasan, informasi tentang kegiatan kelembagaan dan pendayagunaan potensi zakat yang ada di Kabupaten Gresik.

Dalam perkembangan selanjutnta, keberadaan BAZ Gresik menjadi semakin penting mengingat potensi zakat dan infaq masyarakat Gresik cukup besar, yang berarti dengan adanya BAZ ini diharapkan bisa membantu meyelesaikan masalah sosial, ekonomi, dan keagamaan di wilayah Kabupaten Gresik.

Tujuan Adanya BAZNAS  Kabupaten Gresik

Dalam menjalankan tugasnya, lembaga BAZ Gresik memiliki visi dan misi yang visinya adalah “Meningkatkan taraf hidup menuju masyarakat Gresik yang Bertaqwa, Cerdas dan Sejahtera.” Maka BAZ Gresik bertekad untuk mewujudkan misi yang telah dirumuskan bersama yaitu:

  1. Mewujudkan organisasi BAZ yang Transparan, Amanah dan Profesional.
  2. Mendorong berbagai usaha pengembangan ekonomi produktif yang berkelanjutan.
  3. Memadukan potensi jaringan antara BAZ/LAZ untuk menjadi kekuatan menyatukan strategi pemberdayaan melalui pengelolaan.
  4. Melakukan upaya oengembangan SDM dalam bidang pengelolaan BAZ.

BAZ Gresik merupakan lembaga pengumpul zakat di wilayah Kabupaten Gresik yang secara legal formal memiliki kewenangan sangat luas yaitu melingkupi seluruh perusahaan atau instansi (SKPD) di wilayah Kabupaten Gresik.

Hal ini sesuai dengan tujuan didirikannya lembaga ini yaitu :

  1. Meningkatkan kesadaran masyarakat dalam penunaian dan pelayanan ibadah zakat,
  2. Meningkatkan fungsi dan peranan pranata keagamaan (zakat) dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan keadilan sosial, dan
  3. Meningkatkan hasil guna dan daya zakat.

Adapun manfaat apabila zakat dikelola secara benar oleh Negara (dalam hal ini pemerintah Kabupaten Gresik), menurut ketua MUI Kabupaten Gresik antara lain:

  1. Kelompok masyarakat yang lemah dan kekurangan tidak merasa hidup di belantara, tempat berlakunya hukum rimba, dimana yang kuat menindas yang lemah. Sebaliknya mereka merasa hidup ditengah manusia yang beradab, memiliki nurani, kepedulian antara sesame dan tradisi saling tolong-menolong serta memperkuat tali ukhuwah Islamiyyah.
  2. Para muzakki lebih disiplin dalam menunaikan kewajibannya dan kaum fakir miskin lebih terjamin haknya.

Dengan adanya petugas resmi yang bertugas memungut zakat dari para wajib zakat (muzakki) setiap tahunnya akan menjadikan para muzakki lebih disiplin membayar zakat sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Apalagi pemerintah selaku pengelola zakat, melengkapi diri dengan peraturan-peraturan yang berisi ketentuan-ketentuan tertentu, misalnya sanksi dan hukuman bagi muzakki yang enggan membayar zakat.

Manfaat dari adanya BAZ Gresik saat ini sendiri antara lain :

A. Pemenuhan kebutuhan konsumtif, dengan langkah sebagai berikut :

  1. Mendata secara benar para mustahiq utamanya fakir miskin yang ada di wilayah Kabupaten Gresik.
  2. Menyeleksi data yang telah ada dengan mempertimbangkan penghasilan jumlah keluarga yang ditanggung juga jarak tempu  tinggal dengan BAZ Gresik.
  3. Mendata asnaf selain fakir miskin yang tidak selalu ada setiap tahun, seperti mu’allaf, ghorim dan riqab.

B. Pemberdayaan usaha produktif

Salah satunya, dengan memberikan pinjaman yang bersifat produktif (sebagai tambahan modal usaha), contoh untuk pinjaman konsumtif dibatasi maksimal 500.000,- dan/sedangkan pinjaman produktif bisa sampai maksimal 5.000.000,-

C. Pemberdayaan pendidikan

Ada beberapa peruntukan dari infaq yang diserahkan oleh para donator baik yang tetap maupun yang incidental, yaitu;

  1.  Pengembangan dan perawatan masjid
  2.  Operasional masjid seperti, kebersihan masjid, dll
  3.  Pemberdayaan ekonomi umat
  4.   Pemberdayaan pendidikan berupa beasiswa

D. Adanya unsur dakwah Islam.

Featured Video