BAZNAS KABUPATEN GRESIK MENJADI RUJUKAN BAZNAS NUSANTARA

Secara beruntun di awal tahun 2018 hingga Awal tahun 2019 Baznas-Baznas Nusantara mengunjungi Baznas Kabupaten Gresik. Mereka itu adalah Baznas Kabupaten Tulungagung (2 April 2018), Baznas Kabupaten Lamongan (2 Agustus 2018), Baznas Kabupaten Poliwari Mandar Provinsi Sulawesi Barat (26 September 2018), Baznas  Kota Depok Jawa Barat (22 Novemver 2018), Baznas Kota Tangerang Jawa Barat ( 3 Desember 2018), BAZNAS Kota Bekasi Jawa Barat (5 Desember 2018), dan di penghujung tahun BAZNAS Kabupaten Tuban (28 Desember 2018) dan Awal Tahun 2019 ada tiga Kab/Kota di Jawa Timur yang hadir yaitu BAZNAS Kota Probolinggo ( 17 Januari 2019), Pamekasan dan Lumajang (22 Januari 2019 ) . Bila dilihat dari persebaran wilayah maka Baznas-Baznas tersebut berasal dari wilayah Jawa-Luar Jawa. Karena itu, mereka dari berbagai Baznas yang tersebuar di seantero Nusantara.

Kehadiran mereka memang dibingkai oleh keinginan silaturrahim, akan tetapi sejatinya mereka datang adalah dalam rangka ingin belajar kepada Baznas Kabupaten Gresik terkait dengan kiat sukses mengembangkan Baznas. Hal itu perlu mereka kaji dan pelajari secara serius agar dapat mengembangkan Baznas di wilayah mereka untuk sukses seperti yang telah dicapai oleh Baznas Kabupaten Gresik.

Sebenarnya, apa yang dilakukan oleh Baznas Kabupaten Gresik sudah diinformasikan secara ditel dan transparan di dalam website www. baznasgresik.com, sehingga semuanya dapat dibaca dan dipelajari oleh Baznas-Baznas lain di seluruh Nusantara. Akan tetapi, tampaknya mereka merasa perlu datang ke Baznas Kabupaten Gresik untuk melihat dan menyimak secara langsung dan objektif, sebab dengan begitu mereka dapat berkomunikasi secara verbal dan menanyakan ini dan itu secara luwes dan komprehensif. Harapannya, mereka pulang ke daerahnya telah membawa aneka perangkat yang dibutuhkan untuk pengembangan dan kemajuan Baznas setempat.

Baznas-Baznas tersebut datang tidaklah sendirian, akan tetapi bersama dengan rombongan yang tidak sedikit. Misalnya, Baznas Poliwari Mandar Ada yang datang Provinsi Sulawesi Barat, mereka datang dalam sebuah rombongan dengan personil yang lengkap mulai dari Wakil Bupati, jajaran Pemda,DPRD hingga seluruh pimpinan dan pegawai Baznasnya. Demikian pula Baznas-Baznas lainnya, mereka juga membawa rombongan yang lengkap dengan harapan dapat “mengaji” tentang Baznas Gresik secara lengkap pula.

Tepatnya, pada hari Senin, tanggal 26 November 2018 Baznas Kabupaten Poliwari Mandar Sumatra Barat datang ke Baznas Gresik untuk bersilaturrahim sekaligus studi banding terkait pengelolaan Baznas untuk mencapai sukses. Hadir pada saat itu suatu rombongan yang terdiri atas 17 orang, antara lain;

  1. Wakil Bupati : H. M. Natsir rahmat, M.M.
  2. Ketua DPRD : Farinuddin Wahid
  3. Kemenag : H. Imran K.Kesa
  4. Peny. Syariah : H. Lahida, S.Ag., M.Ag.
  5. Kesra : Hasbi Hannan, M.M.
  6. Kasubag Agama dan Olahraga : Alimuddin, S.Pd.I.
  7. Kabid Ekonomi Bappeda : Moh. Jumadil, ST., MAP.
  8. Kabid Sosbud Bappeda : Dr. Rico Musaddad, S.Ag. M.Ag.
  9. Ketua Baznas : H. Nur Rahman, S.E.
  10. Wakil Ketua I Baznas : Liwauddin, S.Ag., M.Pd.
  11. Wakil Ketua II Baznas : S. Ahmad Fadhl
  12. Wakil Ketua III Baznas : Drs. Abdul Rajab Tahir, M.Pd.
  13. Sekretaris Baznas : Jamaluddin, S.H.I., M.H.
  14. Beberapa staf Baznas

 

Mereka datang dengan harapan untuk dapat belajar dari dekat pada Baznas Gresik untuk dapat meraih sukses dalam membangun Baznas di daerahnya. Berbagai pertanyaan yang telah mereka persiapkan menyangkut; (a) sistem pengumpulan, (b) sistem pendistribusian, (c) sistem pelaporan, (d) tata kelola manajemen, dan (e) sistem kerjasama dengan pemerintah daerah. Berbagai pertanyaan tersebut dikemas dalam bentuk dialog yang akrab dan dalam suasana kekeluargaan.

Pengantar dialog disampaikan dalam sambutan oleh Ketua Baznas Gresik, Drs. H. Abdul Munif, M.Ag. yang menyampaikan sejarah pertumbuhan dan perkembangan Baznas Gresik. Kemudian disambung dengan sambutan dan arahan yang disampaikan oleh Bapak Wakil Bupati Gresik, Dr. K.H. Moh. Qosim, M.Si. Dalam uraiannya Bapak wakil Bupati menyampaikan bahwa perkembangan Baznas Gresik didapat atas barokah-nya kerjasama, yaitu kerjasama antara berbagai pihak utamanya pemerintah daerah dengan Baznas. Dengan kerjasama yang baik itu maka akan memunculkan berbagai pikiran positif yang fokus pada bagaimana memberikan perhatian kepada masyarakat mustahik, tambah beliau. Ditegaskan pula bahwa Baznas Gresik merasa bersyukur sebab dengan adanya berbagai kegiatan Baznas yang berpihak kepada masyarakat miskin maka Pemkab Gresik dapat meraup keberhasilan pembangunan, baik fisik maupun nonfisik, berkat doa-doa dari warga masyarakat tersebut. Oleh sebab itu, Pemkab Gresik akan senantiasa mendukung kegiatan-kegiatan Baznas agar lebih melaju percepatan hasil pengumpulannya serta lebih terarah pendistribuasiannya.

Selesai sambutan dan arahan dari Bapak Wabup tersebut, acara dilanjutkan dengan dialog atau tanya jawab terkait ke-Baznas-an. Pertanyaan lebih mengarah pada bagaimana upaya-upaya yang ditempuh oleh Baznas Gresik dalam meraih keberhasilan pengumpulan. Terkait dengan hal ini, pimpinan Baznas Gresik menjelaskan bahwa keberhasilan pengumpulan itu, utamanya, ialah berkat dukungan dari Pemkab, misalnya, melalui himbauan oleh Bupati kepada ASN agar memberikan ZIS-nya kepada Baznas secara istiqomah dengan didasari kesadaran pribadi masing-masing. Selain itu, pihak pejabat Pemkab juga memberikan keteladanan ber-ZIS secara langsung sehingga tidak hanya menganjurkan tetapi juga turut melaksanakan.

Pada bagian lain, keberhasilan itu juga didapat dari ikhtiar pengurus Baznas yang selalu aktif mengajak masyarakat muzakki untuk aktif ber-ZIS kepada Baznas. Strategi yang ditempuh ialah Baznas aktif mendirikan UPZ-UPZ di berbagai lembaga, intitusi, dan instansi baik formal maupun nonformal. UPZ-UPZ itulah yang menjadi kepanjangan tangan Baznas kepada masyarakat secara langsung, sehingga program-program Baznas bisa lebih efektif dan efisien. Dengan berbagai strategi tersebut pada gilirannya, Baznas Gresik menjadi lebih dekat pada semuanya baik kepada muzakki maupun mustahik. Kedekatan inilah yang mendongkrak keberhasilan Baznas dalam berbagai aspek dan programnya. Demikian kesimpulan dialog dalam silaturrahim Baznas Kabupaten Poliwari Mandar Sumatra dengan Baznas Kebupaten Gresik

Tiada berselang lama, yaitu tepatnya pada hari Senin, tanggal 2 April 2018, hadirlah Baznas Kabupaten Tulungagung ke Baznas Gresik. Mereka hadir dengan segenap rombongan yang terdiri atas; ketua, wakil ketua I, II, III, dan IV. Tidak hanya itu, rombongan  juga dilengkapi dengan 7 staf yang kesemuanya ingin mengetahui dan melihat dari dekat bagaimana pengelolaan Baznas Kabupaten Gresik sehingga memperoleh predikat Baznas terbaik di Indonesia.

Pada pertemuan dan silaturrahim ini, Baznas Gresik menyambut mereka dengan baik dalam suasana keakraban. Hadir dalam pertemuan ini, Bapak Wabup Gresik, Bapak Dr. H. Moh. Qosim, M.Si. yang tidak lain adalah penasihat Baznas. Beliau turut aktif menyambut tamu dari Baznas Tulungagung  inidengan style khasnya yaitu menyampaikan uraian pertumbuhan dan perkembangan Baznas Gresik dengan disertai tausiyah serta gema shalawat. Antusiasme rombongan Baznas Tulungagung sangat tampak tatkala disampaikan oleh beliau bahwa Baznas Gresik tumbuh dengan cepat pasca tahun 2011, yaitu setelah keterlibatan pihak pemerintah Pemkab Gresik secata aktif dan nyata.  Bapak Bupati dan Wakil Bupati tidak hanya menghimbau jajaran dan warganya untuk ber-ZIS, akan tetapi beliau-beliau juga memberi keteladan dengan memberikan ZIS-nya secara rutin tiap bulan, dengan demikian, warga masyarakat akan mencontoh dari apa yang telah diteladankan oleh pimpinannya, tambah beliau.

Silaturrahim Baznas Kabupaten Tulungagung ini berlangsung hangat dan penuh rasa keingintahuan. Ada beberapa aspek yang ingin beliau-beliau lihat atas apayang ada di Baznas Kabupaten Gresik. Mulai dari aspek sejarah keberadaan kantor Baznas hingga manajemennya; keuangan, surat-menyurat, pengumpulan, pendistribuasian, dan teristimewa adalah menyangkut SIMBA. Pihak Baznas Gresik terbuka untuk itu semua, sehingga pertemuan ini berlangsung cukup intensif  yaitu sejak pagi pukul 08.30 hingga sore hari.

Pada sorenya, rombongan Baznas Kabupaten Tulungagung bahkan ingin melihat secara langsung salah satu program unggulan Baznas Gresik yaitu Program Kampung Produktif Ternak Kambing. Rombongan Baznas Tulungagung yang terdiri atas 13 orang itu semuanya berkeinginan mengunjungi bersama-sama dengan rombongan Baznas Gresik melakukan perjalanan menuju lokasi Program Kampung Ternak Kambing tersebut. Lokasi pengembangan program ternak ini bertempat di Desa Kertosono Kecamatan Sidayu, sekitar 10 km dari kota Gresik. Di lokasi ini rombongan juga disambut oleh pimpinan desa dan warga setempat, khususnya para peternak yang menjadi binaan Baznas Gresik. Dalam pertemuan ini segenap rombongan Baznas Tulungagung melihat secara langsung bagaimana sistem pengembangan dan pembinaan bagi para peternak. Aneka pertanyaan pun disampaikan dari pihak Baznas Tulungagung dan dapat dijawab dan dijelaskan oleh pihak Baznas Gresik, terutama oleh para peternak binaan itu sendiri. Aneka pertanyaan itu, antara lain menyangkut; dari mana modal awal ternak, bagaimana penentuan peternak, bagaimana cara pengadaan kandangnya, bagaimana pembagian hasilnya, bagaimana cara pemerolehan rumputnya, dan sebagainya. Semuanya dapat dijelaskan dengan baik oleh pihak Baznas Gresik, sehingga pihak Baznas Tulungugung merasa puas. Lebih kurang selama 2 jam kegiatan di lokasi Desa Kertosono ini, dan selanjutnya rombongan Baznas Tulungagung mohon pamit untuk mengakhiri kegiatan. Salam silaturrahim mereka sampaikan dengan harapan semoga apa yang mereka lakukan ini membara manfaat dan barakah bagi kedua belah pihak, khusunya Baznas Kabupaten Tulungagung dan tak terkecuali Baznas Kabupaten Gresik.

Di pertangahan tahun, tepatnya pada hari Kamis, tanggal 2 Agustus 2018 Baznas Gresik mendapatkan kehormatan, yaitu menerima tamu dari tetangga dekatnya, yaitu Baznas Kabupaten Lamongan. Kedatangan Baznas Kabupaten Lamongan ini tidak lain adalah untuk melakukan silaturrahim dan studi banding ke Baznas Kabupaten Gresik. Hadir dari pihak Baznas Kabupaten Lamongan antara lain, Bapak K.H. Abdur Rauf, M.Ag. (Ketua Umum), Bapak Drs. Heru Widi (Asisten I), Bapak Ustadz Khusnul Yaqin (Pembina Baznas sekaligus Kepala Dinas PMD), Ibu Farah Damayanti dan Zubaidah (Kabag Kesmas), dan Bapak Drs. Ma’ruf (Kemenag), serta 5 staf Baznas Lamongan. Sementara itu, dari pihak Baznas Gresik lengkap semuanya hadir mulai dari pimpinan (Ketua, Wakil Ketua I, Wakil Ketua II), kepala kantor, dan 13 stafnya. Semua ikut menyambut tamunya yang sejak pagi, pukul 09.00 sudah berada di lokasi Pemkab Gresik.

Dalam silaturrahim yang dikemas dengan studi banding ini tampak lebih khidmat dengan hadirnya Bapak Wabup Gresik, Bapak Dr. K.H. Moh. Qosim, M.Si. Hal itu maklum, sebab ternyata tamu rombongan yang datang kali ini adalah sahabat-sahabat Bapak Wabup tatkala masih di Lamongan. Karena itu, pertemuan ini terasa tidak ada rasa canggung malah justru istimewa keakrabannya. Pak Wabup merasa menerima saudaranya sendiri demikian pula dari pihak Lamongan, mereka merasa datang ke saudara kandungnya sendiri.

Sebagaimana lazimnya, studi banding maka acara dimulai dengan sambutan dari Ketua Umum Baznas Gresik. Sesi ini disampaikan oleh Bapak Drs. K.H. Abdul Munif. M.Ag., yang diawali dengan memperkenalkan diri, yang ternyata beliau juga berasal dari Lamongan. Suasana ger-geran (humor, ceria) pun tak terelakkan. Setelah usai, acara berikutnya, sambutan dari pihak Baznas Lamongan, yang dalam hal ini juga disampaikan oleh Ketua Umumnya yaitu K.H. Abdul Rauf, M.Ag. Dalam uraiannya, beliau menyampaikan bahwa kedatangannya ke Baznas Gresik selain untuk bersilaturrahim adalah untuk belajar dalam mengelola dan mengembangkan Baznas Lamongan agar bisa sejajar dengan Baznas-Baznas lain, utamanya Baznas Kabupaten Gresik. Dalam pandangan beliau dan rombongan, Baznas Gresik laik untuk dijadikan mitra belajar dilihat dari beberapa aspek, yaitu  percepatan pengumpulannya, pengelolaan SIMBA-nya, dan pendistribusiannya. Oleh karena itu, mereka datang untuk “ngangsu kaweruh” ke Baznas Gresik agar Baznas Lamongan juga dapat meraih prestasi yang sama, ungkap beliau.

Selesai sambutan dari pihak Lamongan, selanjutnya acara sambutan dan arahan dari Bapak Wabup Gresik, Bapak Dr. K.H. Moh. Qosim, M.Si. Dalam uraiannya, Bapak Wabup menyatakan bahwa beliau optimis Baznas Kabupaten Lamongan akan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Hal itu beliau sampaikan mengingat Kabupaten Lamongan juga memiliki potensi-potensi yang dapat memperbesar keberadaan Baznasnya. Masyarakatnya yang religius, wilayahnya yang luas, tambak dan sawah yang terbentang luas, industrialisasi yang menggeliat cepat merupakan potensi-potensi yang memberikan harapan besar dan mesti diberdayakan demi kemashlahatan umat, ungkap beliau. Oleh sebab itu, kekompakan antara pengurus Baznas dengan pemerintah dan masyarakat setempat adalah kunci utamanya, seperti yang telah dilakukan oleh Baznas Kabupaten Gresik, tambah beliau.

Sambutan Bapak Wabup ini merupakan sesuatu yang ditunggu oleh rombongan Baznas Lamongan. Sebab, mereka juga mendengar dan mengetahui bahwa Bapak Wabup ini adalah mantan Ketua Umum Baznas Gresik, sehingga pengalamannya dalam mengelola dan memimpin serta memajukan Baznas Gresik dapat dijadikan “guru” bagi Baznas Lamongan.

Pertemuan studi banding ini berlangsung sejuk dan harmonis. Hal itu terbukti, tamu merasa kerasan di lokasi Baznas Gresik hingga pukul 14.00 WIB. Banyak hal yang meraka tanyakan selama pertemuan itu, pimpinannya bertannya tentang manajemen pengembangan, sementara itu, para stafnya bertanya secara langsung kepada staf Baznas Gresik tentang manajemen perkantorannya. Suasana keakraban ini diakhiri dengan saling tukar cendera mata yang kemudian dilajutnkan dengan foto bersama antara rombongan Baznas Kabupaten Lamongan dengan Baznas Kabupaten Gresik.

Di penghujung tahun 2018, yaitu pada tanggal 28 Desember 2018, datang pula Baznas Kabupaten Tuban. Mereka tidak mau ketinggalan dengan Baznas lainnya yang studi banding, shingga pimpina dan stafnya juga datang untuk “ngangsu kaweruh” ke saudara dan tatangga dekatnya yaitu  Baznas Kabupaten Gresik. Kehadiran mereka juga ingin mendapatkan pengalaman yang riil dari Baznas yang sering disebut oleh Baznas Pusat sebagai Baznas yang dianggap sukses dalam pengembangan, khususnya pengumpulan dan pendistribusian ini.

Secara tegas, ketua Baznas Tuban, Ibu Hj.Siti Syarofah menyetakan bahwa kehadiran mereka ke Baznas Gresik adalah dalam rangka (a) ingin mendapatkan arahan terkait dengan (a) strategi pengumpulan, (b) strategi dan teknik pendistribusian, dan (c) draf-draf ataiu file-file keadministrasian. Tidak sungkan-sungkan mereka mengatakan bahwa bila diperkenankan mereka ingin mendapatkan perangkat-perangkat administrasi itu, tidak hanya hardcopy, akan tetapi juga shoftcopy, tambah ketua bazbas Tuban.

Terkait dengan keinginan dan kebutuhan itu Baznas Gresik merasa sangat tidak berkeberatan. Oleh sebab itu, Bapak Wakil Bupati Gresik, Bapak Dr. H. Moh. Qosim, M.Si., dalam  sambutannya mengatakan bahwa tidak berkebaratan bila apa yang ada di Baznas Gresik ini ditiru dan diadopsi, sebab sejatinya kita semua sama yaitu ingin berjuang secara bersama-sama mengangkat dan meningkatkan kualitas kehidupan saudara-saudara kita sesama muslim yang saat ini lemah pada aspek ekonomi, tegas Pak Wabup.

Di akhir pertemuan, kedua pihak berharap dan berdoa semoga Baznas-Baznas di seantero Nusantara ini dapat semakin meningkat, baik pengumpulannya, pendistribusiannya, dan pendayagunaannya. Lebih-lebih mereka semua juga bermohon kepada Allah semoga semua pengurus Baznas diberi kekuatan lahir-batin, sehat jasmani-rohani, dan dikarunia rizki yang banyak dan barokah oleh Allah azza wajalla.

Di awal Tahun 2019 Baznas Gresik Juga mendapat kehormatan kunjungan silaturrahim dari Baznas Kota probolinggo, Pamekasan dan Lumajang ( yang notebene Guru Baznas Gresik di tahun 2011 ).( mudlofar/tadin )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Featured Video